Kasus pencurian korek yang semakin marak terjadi dibanyak warung-warung kopi di indonesia memang kerapkali meresahkan para perokok kebanyakan, apa-apa bukan. Eh, bukan apa-apa. Rokok tanpa korek hanya kumpulan tembakau yang tak berguna.

Sebagai salah satu saksi—korban dan pelaku—dari maraknya perilaku pencurian korek, saya ikut prihatin untuk menyorotinya secara mendalam, saya akan uraikan risalah panjang tentang fenomena ini, tentu dengan riset akademik yang kuat.

Semasa menjadi maba (mahasiswa basi) di Malang, dunia perkopian sudah saya jelajahi manis pahitnya, adagium terkenal berbunyi: Kuliah itu rutinitas, ngopi itu prioritasadalah sebenar-benarnya prinsip yang terus saya pegang.

Saya beranggapan bahwa ngopi adalah kegiatan wajib yang harus dilakukan para mahasiswa pengangguran di semester akhir yang sedang pusing memikirkan revisi skripsi yang tak kunjung berakhir.

Kegiatan ngopi juga kerapkali menjadi sumber inspirasi. Inspirasi apa saja, bisa soal kuliah, tips dan trik menyelesaikan makalah dengan SKS (Sistem Kebut Semalam) pakai rumus Ctrl+C dan Ctrl+V, sampai muncullah teori: “Selesaikan di warung kopi”.

Sebagai korban sekaligus pelaku saya, merasa sebenarnya pencurian korek itu tidak urgen-urgen amat untuk diperbincangkan, jika saja korek yang dicuri itu korek berharga Rp 3.000 yang kita beli di warteg-warteg.

Baca Juga: Paseng ri Ade’ dan Unsur Pamali dalam Omnibus Low

Namun, berdasarkan pendapat para empunya korek yang saya jumpai. Hal itu menjadi sangat tidak biasa ketika dilakukan berkali-kali, atau merek koreknya yang mahal, misalkan yang biasa dibeli di Alfamart dan Indomaret yang harganya bisa buat beli dua porsi soto Qonaah belakang UIN, Cricket namanya. Nah, latar belakang itulah yang membuat saya tertarik untuk mengupasnya secara kritis.

Baiklah. Biar mukaddimahnya tidak terlalu panjang kali lebar, mari kita kupas satu persatu solusi dan tips mengatasi perihal tindakan pencurian korek yang semakin meresahkan rakyat ini:

Selesai Dipakai Langsung Masukkan lagi ke Kantong

Trik ini adalah trik paling mendasar, ketika kamu berkumpul bersama teman-temanmu jangan biarkan korekmu  bergelatakan, karena kita tidak akan tahu siapa di antara mereka yang punya kebiasaan melakukan tindakan pencurian korek.

Ketika Sebats Tawarkan Membakarkan Rokoknya

Jangan beri sedikitpun ruang bagi para PK (Penjahat Korek) melancarkan aksinya, kebiasaan yang biasanya terjadi ketika tindakan pencurian korek adalah dalih meminjam korek yang tidak kita sadari adalah awal terjadinya tindakan ini, untuk mengatasinya tawarkan untuk membakarkan rokoknya!

Jangan terlena dengan trik para pelaku pencurian korek.

Buatlah Pengaman Tambahan

Membuat rantai seperti dompet anak-anak punk misalnya, atau dengan membuatkan kalung ala anak-anak pondok, dengan menjadikan korekmu sebagai mainan dari kalungmu, ini akan membuat para penjahat korek kesulitan mengambil korekmu.

Baca Juga: Humor Donald Trump dalam Menghadapi Iran

Pengecualian jika pelaku ternyata tetap ngotot mau ngambil dengan kekerasan, itu namanya sudah bukan Penjahat korek, tapi: Pembegal Korek wqwqwq.

Bikin Stiker Sendiri di Korekmu

Dengan memberikan tanda identitas di korekmu adalah sebaik-baiknya solusi untuk menyelamatkan nasib korekmu dari tindakan pencurian, bisa beri quotes religus misalkan “Allah Maha Melihat” atau quotes mellow nan bijak seperti: “Jangan ada curankor di antara kita”.

Setidaknya trik itu dapat mengingatkan sisi kemanusiaan dari para penjahat korek, siapa tahu dengan begitu mereka jadi sadar dan tidak melakukan tindakan itu lagi. Bukankah kita tidak pernah tahu, di sisi mana kita mampu menginspirasi orang lain? Eaaak….

Memilih Korek juga harus Ideologis

Nah trik ini cocok buat para mahasiswa-mahasiswa aktivis yang suka bicara idealisme, kalian bisa berlaku idealis juga pada perkara korek. Misalkan belilah korek yang ‘Sosialis’ yang proletar bangetlah, yang harganya dua tiga rebuan, atau pakai korek kayu jadul yang harganya paling hanya Rp 500, dengan itu kalian sudah melestarikan ajaran Marx, melawan sistem kapitalis yang menindas! uwuwuwu.

Baca Juga:  Melihat Makassar dari Jarak yang Sangat Dekat

Bisa jadi solusi juga bagi kalian yang tidak mau rugi banyak hanya karena kelakuan para penjahat korek ini.

Jadilah Pelaku

Quotes legendaris film Joker yang viral itu barangkali cocok sama trik yang ini, bahwa: “Orang jahat terlahir dari orang baik yang disakiti” bisa jadi begini “Penjahat korek terlahir dari korban pencurian korek” wqwqwqwq. Saya contohnya.

Baiklah, demikian kira-kira trik dan tips dari saya, semoga bermanfaat untuk kalian para korban perilaku pencurian korek, maraknya pencurian korek tidak bisa terus menerus kita biarkan, genderang perlawanan harus tetap kita gaungkan.

Baca Juga: Penyintas Kekerasan Seksual Tak Boleh Tinggal Bungkam

Karena tidak mungkin rasanya menjadikan perilaku pencurian korek sebagai tindakan kriminal, menjadi perokok yang mawas nan waspada, serta peduli kepada para penyintas tindakan pencurian ini adalah sebaik-baiknya sikap yang harus ditanamkan. Cukup sudah rakyat miskin yang di hukum lima tahun penjara hanya karena mencuri sendal, lalu membiarkan para koruptor diringankan hukumannya. Perokok jangan digituin ya, ndak akan kuat.

Apalagi tahun depan kabarnya harga rokok naek, kan janc*k!

Penulis: Adib Khairil Musthafa, manusia biasa yang suka tidur, ngopi, dan bermimpi.

BACA JUGA artikel Kontributor lainnya di sini.

Facebook Comments
No more articles