Bilbao merupakan kota terbesar dari Basque Country, Spanyol yang memiliki budaya idiosinkratik. Dari bahasa yang unik dan sentimen masyarakat mereka membuat Bilbao menjadi berbeda dibanding kota-kota lainnya di Spanyol. Warisan budaya atau tradisi para pendahulu mereka menjadi hal yang sangat dijaga dalam masyarakat Basque, sebuah tradisi pun mengalir dalam klub sepakbola mereka, Athletic Bilbao. Klub ini memiliki kebijakan yang unik dalam merekrut seorang pemain. Bilbao hanya merekrut melalui Canterra atau Akademi sepakbola mereka yang dimana pemain harus memiliki keturunan Basque atau telah lama besar serta tumbuh di lingkungan kota Basque yang kemudian berdampak pada identitas personal dan perekonomian mereka.

Dalam dunia sepakbola modern saat ini, sebuah tim atau klub dikuasai oleh para pengusaha besar dan konglomerat dunia. Termasuk dalam hal selere dan obsesi dalam perekrutan pemain hebat demi membentuk sebuah tim idaman. Tapi berbeda dengan Bilbao, mereka membatasi diri dalam menggaek pemain. Dengan sistem perekrutan pemain dari Canterra mereka sendiri, dan setiap pemain yang nantinya dikontrak harus memiliki garis keturunan Basque Country dan berasal dari Navarre di Spanyol dan Basque Country Utara di Perancis, atau setidaknya telah menghabiskan waktu yang cukup lama di tanah Basque. Kebijakan ini bukanlah aturan tertulis dalam klub Athletic Bilbao, jadi ini bukanlah aturan resmi. Namun kebijakan ini bisa dibilang berhasil dalam mempertahankan tradisi Athletic Bilbao di kasta tertinggi sepakbola Spanyol, La Liga, dengan tidak pernah terdegradasi.

Dalam pembinaan pemain muda mereka, Jose Amorrotu selaku Sporting Director Athletic Bilbao selalu menekankan bukan hanya pada kemampuan teknik bermain, namun juga penanaman nilai, khususnya di tahap awal pembinaan para pemain. “Mereka akan memiliki peran dan tanggungjawab saat mereka memasuki gedung (Akademi) ini. Entah itu membersihkan ruang ganti atau mengangkat peralatan latihan.” kata Jose seperti yang dikutip theguardian. Nilai inilah yang kemudian menjadi langkah awal dalam membentuk kepribadian para pemain Athletic Bilbao. Inilah yang membuat Athletic Bilbao unik, bagaimana pemahaman teknis sepakbola dan tradisi yang telah lama tertanam dapat seimbang dengan baik.

Kebijakan ini muncul ketika Athletic Bilbao berlaga di Copa Del Rey tahun 1911, mereka dituduh menggunakan pemain asing ilegal yang tak terdaftar dalam federasi sepakbola Spanyol. Merasa tersinggung, Athletic Bilbao pun mengeluarkan kebijakan hanya merekrut pemain lokal dari Basque saja untuk menghindari tuduhan yang sama dikemudian hari. Kebijakan yang sama dilakukan oleh klub sekota mereka, Real Sociedad. Namun hingga tahun 1989 kebijakan ini mereka tinggalkan dengan merekrut John Aldridge asal Irlandia yang bermain di Liverpool, hal ini mereka lakukan agar bisa lebih kompetitif di Liga Spanyol.

Filosofi sepakbola Atheltic Bilbao con cantera y afición, no hace falta importación yang berarti “dengan pemain dan supporter lokal, impor tidaklah dibutuhkan”, banyak yang beranggapan filosofi itu akan menghambat mereka di sepakbola modern saat ini. Ditambah lagi berbagai kritik pedas ditujukan kepada mereka bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk diskriminasi bagi pemain Spanyol dari luar Basque. Namun, proses unik ini sebenarnya membuat Bilbao dapat lebih memfokuskan waktu dan uang mereka terhadap pengembangan pemain muda lokal mereka sendiri. Bahkan sebagian besar fans Bilbao memilih turun kasta ke Segunda Division daripada menghilangkan tradisi tersebut. Hal ini berarti masyarakat Basque lebih memilih dan menerima menjadi inferior daripada tradisi ini dihilangkan.

“Keluarga adalah segalanya bagi masyarakat Basque, dan kami ingin yang terbaik untuk masyarakat kami. Tak ada perasaan yang lebih hebat dari melihat seorang bocah bermain di klub di mana dia tumbuh” tambah Jose seperti yang dikutip theguardian Kebijakan pemain juga bukan bentuk superioritas dari Athletic Bilbao terhadap masyarakat Basque, melainkan sebuah bentuk pelestarian identitas budaya Basque di mata dunia.

Proses pembinaan pemain mereka bermula di CD Basconia yang bermain di Tercera Division (divisi 4 Liga Spanyol). Kemudian level selanjutnya berada di Tim B, Bilbao Athletic yang bermain di Segunda Division, kasta kedua liga Spanyol. Lalu akhirnya merumput di Athletic Bilbao, tim senior. Iñaki Williams langsung melejit bersama tim senior di tahun 2014, ayahnya yang berkewarganegaraan Ghana dan ibunya kewarganegaraan Liberia, namun lahir di Basque Country membuatnya berhak bermain bersama Athletic Bilbao. Ia mencetak gol ke gawang Torino di tahun 2014 menjadikan William pemain kulit hitam pertama yang mencetak gol untuk Athletic Bilbao. Pada gelaran Spanish Super Cup di tahun 2015, Bilbao mengalahkan Barcelona dan mengamankan trofi pertama mereka sejak 1984, membuktikan subtansi pada filosofi sepakbola mereka tidaklah salah.

Kasus lainnya terjadi pada Bixente Lizarazu yang menghabiskan waktu pembinaan mudanya di akademi sepakbola Bordeaux namun tetap berhak bermain di Athletic. Meskipun tidak lahir di Basque Country, ada dua kondisi di mana seorang pemain berhak bermain di Athletic; mereka memiliki keturunan Basque dan menghabiskan waktu pembinaan pemain di canterra Basque Country. Kasus yang sama terjadi pada Antoine Griezmann yang lahir di Macon, sempat dihubungkan dengan Athletic pada medio 2012 karena menghabiskan waktu pembinaannya di akademi sepakbola Real Sociedad. Meskipun berhak, fans Athletic menganggap klaim ini lemah.

Ada sedikit klub lainnya di dunia yang memiliki kebijakan yang sama dengan Athletic Bilbao. Chivas de Guadalajara yang menghasilkan pemain seperti Carlos Vela dan Javier Hernandez, hanya merekrut pemain Meksiko saja. Tapi, mereka menjadi salah satu klub tersukses di Meksiko.

Filosofi sepakbola Athletic Bilbao bermakna bahwasanya kesuksesan sebuah klub sepakbola bukan hanya berasal dari trofi, melainkan melihat pemain muda lokal bermain di klub sepakbola tempat dia lahir dan tumbuh besar merupakan kebanggaan sendiri untuk fans. Dibandingkan dengan klub besar dunia seperti Manchester City dan Internazionale Milan yang berkembang karena perekrutan pemain asing dan dukungan korporat besar, Athletic Bilbao dimiliki oleh anggota klub masyarakat Basque sendiri. Pesan Anti-globalisasi dan perlawanan terhadap sepakbola modern beresonansi pada gaya sepakbola Athletic Bilbao. Meski sudah sangat jarang ditemui dan waktu semakin berganti, Athletic Bilbao merupakan fantasi dari fans sepakbola tradisionalis dan menunjukkan bagaimana seharusnya menjadi sebuah klub sepakbola.

Penulis: Muhammad Iqbal Muchlis, alumnus Sastra Inggris UNM Makassar

Facebook Comments
No more articles