“A world at peace. There had to be sacrifice.”

Iron Man, Superman, Spider-Man dan superhero lainnya sudah tidak asing lagi bagi para penikmat film abad ini. Hampir setiap tahun penonton layar lebar disuguhi film superhero komik. Setidaknya, enam film superhero dirilis setiap tahunnya, yang biasanya diproduksi oleh dua rumah produksi film Superhero besar dunia: DC Films dan Marvel Studios. Selain memproduksi film, mereka juga merupakan dua perusahaan komik terbesar dunia.

Sejak dirilisnya Iron Man di tahun 2008, Marvel Studios telah memproduksi film universe untuk karakter-karakter superhero di film mereka sehingga satu film dan film lainnya akan saling berkaitan dan berkesinambungan. Sebuah terobosan di tanah Holywood dan resiko yang diambil Marvel Studios terbayar lunas, setidaknya bisa dilihat dengan total pendapatan Avengers: Infinity War, film terbesar mereka sejauh ini, mendapatkan keuntungan dikisaran 2 milyar dollar lebih, ditambah lagi dengan masuknya Black Panther sebagai nominasi di ajang Academy Award. Hal itu menjadi pertama kalinya film superhero komik masuk nominasi di ajang bergensi. Kesuksesan besar Marvel untuk saat ini.

Formula yang sama telah dicoba DC Films dengan membuat DC Extended Universe, film universe untuk karakter-karakter superhero mereka. Tapi banyak yang beranggapan gebrakan DC Movies terbilang gagal, ini bisa dilihat dengan tanggapan penonton dan kritikus yang menilai kualitas film-filmnya buruk, seperti Suicide Squad, Batman v Superman dan Justice League menjadi bulan-bulanan kritikus di berbagai media. Keluaran DC sebenarnya tidak jelek-jelek amat, contohnya Wonder Woman yang tentu dieksuksi dengan baik dan The Dark Knight Trilogy oleh Christopher Nolan yang diakui oleh kritikus dan penonton. Tapi tahukah kalian jika DC sebenarnya telah merilis film superhero terbaik yang pernah ada? Ya betul, Watchmen.

Berlatar di alternative Amerika Serikat tahun 1985 saat Perang Dingin Amerika dan Rusia. Watchmen memulai cerita dengan dibunuhnya Edward Blake yang ternyata merupakan The Comedian, salah satu mantan anggota The Watchmen, kelompok pahlawan super yang bertanggung jawab atas kemenangan Amerika Serikat di perang Vietnam era 1960 dan bertugas melawan kejahatan di era perang dingin tahun 1980-an karena meningkatnya gengster dan kriminalitas pada saat itu. Rorschach yang juga mantan anggota The Watchmen menyelidiki kematian The Comedian dan beranggapan bahwa ada seseorang yang ingin membunuh semua pahlawan super, dia pun memperingati mantan anggota lainnya, Nite Owl sang Pahlawan dengan teknologi canggih, Silk Spectre II si heroin yang penuh misteri dan Ozymandias yang agung, perkasa dan kaya raya, namun semua menghiraukan peringatannya.

Di sisi cerita yang lain, Jon Osterman adalah seorang ilmuwan nuklir yang terkena kecelakaan eksperimen sehingga berubah Dr. Manhattan, juga mantan anggota The Watchman, membuatnya memiliki kekuatan super mengubah zat yang tak terhingga namun kehilangan semua hal yang membuatnya menjadi manusia termasuk emosi. Dia mengabdikan dirinya pada pemerintah Amerika Serikat dengan menjadi pahlawan utama ketika Amerika berhasilkan menaklukkan Vietnam di era 1960, dia juga mengembangkan teknologi radioaktif bersama Ozymandias. Rorschach juga memperingatinya namun tak diindahkan. Di salah satu konferensi pers, Dr. Manhattan mengamuk setelah mengetahui mantan istri dan orang-orang terdekatnya menderita kanker selama bekerja dulu, Dr. Manhattan menuju mars dan meninggalkan Bumi, pemerintah Amerika pun cemas, takut jika Dr. Manhattan akan menjadi ancaman Negara.

Di akhir investigasi, Rorschach bersama Nite Owl pun akhirnya menemukan bahwa sosok dibalik pembunuhan The Comedian adalah Ozymandias, dia juga berencana meledakkan kota New York menggunakan teknologi yang dia kembangkan bersama Dr. Manhattan dan berhasil melakukannya. Sekembalinya di Bumi, Dr. Manhattan telah berada di reruntuhan kota New York yang telah hancur, dia pun geram dan berkonfrontasi dengan Ozymandias yang telah memanfaatkannya, hanya untuk dibuat sadar bahwa setelah kejadian New York, Amerika dan Rusia pun berdamai dan akan bersama melawan Dr. Manhatan. Dia juga menjelaskan agar perdamaian tercipta, harus ada pengorbanan, agar banyak orang hidup, harus ada beberapa yang mati. Dr. Manhattan pun sadar dan setuju jika itu satu-satunya cara untuk berdamai adalah dengan menciptakan musuh bersama, Dr. Manhattan sendiri.

Watchmen adalah film garapan Zack Snyder dan DC films yang diadaptasi dari novel grafik dengan judul yang sama karangan Dave Gibbons dan Alan Moore, yang mana telah diakui sebagai salah satu novel grafik terbaik. Ditulis oleh David Hayter dan Alex Tse, film ini memulai cerita dengan tak lazim dari film pahlawan super pada umumnya, dimana biasanya film pahlawan super lain menggunakan three act structure, origin story dan mengglorifikasi kejayaan si pahlawan super, Zack membuka cerita dimana mereka sudah tidak berjaya lagi dan tak lebih seorang vigilante bagi para masyarakat. Mendekonstruksi cerita genre superhero dengan cerita yang dalam dengan tema neo-noir dan bergaya detektif membuat film ini seakan berbeda sendiri dari film sejenisnya, sebuah dunia postmodern untuk para pahlawan super.

Memiliki cerita dan karakter yang kompleks, dewasa dan sangat setia pada materi sumbernya, menjadi sebuah selebrasi dan kebangkitan pada film pahlawan super yang berani, berdarah, bernuansa gelap, dan relevan terhadap isu-isu sosial yang ada, sayangnya malah setelah dirilisnya Watchmen, film genre superhero malah mengalami penurunan dengan menjadi tontonan yang ringan dan cerita yang banal dan terkesan repetitif, tentunya semua demi pasar, Zack Snyder seakan mengkritik sebuah kultur dimana kultur itu belum ada atau tercipta.

Menghadirkan karakter yang beragam dan berbeda dari definisi pahlawan super pada umumnya membuat film ini punya rasanya sendiri, saya sendiri paling suka dengan karakter Rorschach, si detektif anti-hero yang telah kehilangan moralitasnya pada manusia (khususnya para penjahat), namun pada akhirnya melakukan apa saja untuk menyelamatkan manusia. Dr. Manhattan sendiri seakan menjadi simbol kemanusiaan, jika seorang manusia telah mencapai level intelegensi dan kekuatan setingkat Tuhan, maka apa lagi artinya menjadi seorang manusia.

The Comedian bahkan tidak bisa dianggap pahlawan yang mana dia adalah seorang pembunuh, pemerkosa dan fasis. Sementara Nite Owl dan Silk Spectre mengingatkan kita pada karakter pahlawan superhero tradisional dengan sayap, topeng, pakaian ketat, teknologi canggih dan kemampuan bela diri tingkat lanjut namun masih mempertanyakan dimana mereka harus berdiri ketika dihadapkan pada dua pilihan, perdamaian atau nyawa manusia.

Mungkin sepanjang film ini kalian akan bertanya-tanya siapa sebenarnya tokoh antagonis dalam film ini, kebanyakan beranggapan Ozymandias, selebihnya mungkin Dr. Manhattan, mungkin ada juga yang mengatakan pemerintahlah tokoh antagonis. Tapi saya mungkin lebih sepaham jika Ozymandias tokoh antagonisnya, sang orkestrator yang ternyata merancang semua kejadian penting di film demi melancarkan rencana besarnya, yaitu depopulasi massal. Tema depopulasi mungkin tidak asing jika kalian telah menonton Avengers: Infinity War, dimana Thanos mengganggap bumi telah mengalami overpopulasi dan berencana menghilangkan setengah umat manusia, agar setengah lainnya bisa hidup. Tetapi saya lebih suka sajian dari Watchmen yang terlebih dahulu membahasnya. Mungkin ada dari kalian yang setuju dengan depopulasi dan menganggap ini adalah jalan keluar untuk menyelamatkan umat manusia dan sumber daya alam. Tapi ini tak lebih dari omong kosong belaka, ini hanya persoalan bagaimana yang berkuasa bisa mengontrol dengan  baik sumber daya itu dan berbagi dengan adil dengan mereka yang tak berkuasa, toh juga apa kamu akan mengaminkan depopulasi jika yang terkena dampaknya itu adalah keluarga atau temanmu?

Untuk kalangan pop, mungkin Watchmen bukanlah seduhan yang cocok untuk mereka. Namun bagi kalangan dewasa mungkin tak bisa lagi mentolerir gaya remaja ala Spider-Man atau Fantastic Four setelah menonton film ini, Zack Snyder dan DC films berjudi dengan langkah berani memperkenalkan dunia pahlawan super yang gelap, brutal dan tidak manis (selain V for Vendetta).

Watchmen adalah sebuah film spesial yang patut dinonton berulang kali dan kerap dapat dianalisa dan didiskusikan bersama. Mungkin secara pendapatan Watchmen tidak lebih dari film-film Marvel lainnya, tapi DC films setidaknya memiliki film pahlawan super terbaik yang pernah ada.

Penulis: Muhammad Iqbal Muchlis, alumnus sastra Inggris UNM Makassar

Facebook Comments
No more articles